KATOE.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) berpartisipasi aktif dalam Anticipatory Action & Health Write-Shop yang diselenggarakan oleh IFRC Asia Pacific Regional Office (APRO) di Colombo, Sri Lanka, pada 15–18 September 2025. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Asia Pasifik, kementerian kesehatan, serta mitra internasional dengan tujuan memperkuat pemahaman dan praktik anticipatory action (AA) di sektor kesehatan.
Kehadiran PMI menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas menghadapi ancaman kesehatan melalui pendekatan antisipatif, bukan hanya responsif setelah krisis terjadi. Forum ini juga menghasilkan rancangan awal simplified Early Action Protocols (sEAP) khusus di bidang kesehatan, termasuk mekanisme pemicu (trigger) berbasis data kesehatan untuk penanganan kasus dengue.
“Melalui forum ini, PMI berkomitmen mengembangkan protokol anticipatory action pertama di bidang kesehatan untuk dengue. Proses ini sedang dikonsultasikan secara internal, termasuk penentuan wilayah sasaran, indikator pemicu, serta koordinasi dengan kementerian terkait. Kami berharap langkah ini dapat memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di Indonesia,” ujar Nurrista Agrestryana, perwakilan Divisi Kesehatan dan Sosial PMI Pusat.
Selain memperkuat kapasitas teknis, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman antarnegara. PMI turut berbagi pengalaman dalam penyusunan Early Action Protocol (EAP) untuk banjir, sekaligus menjalin kolaborasi dengan Palang Merah Singapura, Hong Kong, Norwegia, Nepal, Malaysia, Bangladesh, serta sejumlah lembaga internasional.
Dengan keterlibatan aktif di forum regional ini, PMI semakin menegaskan perannya sebagai organisasi yang konsisten mengembangkan anticipatory action untuk banjir, dan kini mulai menginisiasi langkah serupa untuk dengue serta kekeringan. **
Sumber: pmi.or.id













