KATOE.ID – Pemerintah Indonesia terus memperkuat posisi rempah nasional di pasar global. Kali ini, Kementerian Perdagangan mendorong peningkatan ekspor rempah Indonesia ke Pakistan seiring tingginya permintaan pasar negara Asia Selatan tersebut terhadap komoditas rempah berkualitas.
Dorongan ini diarahkan tidak hanya pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga pada penguatan perdagangan rempah bernilai tambah yang berorientasi jangka panjang.
Pakistan Jadi Pasar Strategis Rempah Indonesia
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menilai Pakistan sebagai pasar potensial dengan pertumbuhan permintaan rempah yang konsisten, baik untuk kebutuhan konsumsi domestik maupun industri pengolahan yang menyasar pasar ekspor.
Menurutnya, karakter pasar Pakistan yang dinamis membuka ruang besar bagi rempah Indonesia untuk memperluas penetrasi, sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan bilateral di sektor pertanian dan pangan.
“Permintaan rempah di Pakistan terus meningkat. Kondisi ini memberikan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor rempah sekaligus meningkatkan nilai tambah produk,” ujar Roro dalam keterangan pers, Jumat (9/1/2026).
Nilai Ekspor Rempah ke Pakistan Tunjukkan Tren Positif
Data Kementerian Perdagangan mencatat, ekspor rempah Indonesia ke Pakistan mencapai USD 16,7 juta sepanjang 2024. Tren positif berlanjut pada periode Januari hingga Oktober 2025 dengan pertumbuhan signifikan sebesar 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan daya saing rempah Indonesia masih sangat kuat di pasar internasional, khususnya untuk komoditas dengan kualitas dan keberlanjutan pasokan yang terjaga.
“Angka ini mengindikasikan peluang ekspansi masih sangat terbuka. Dengan kolaborasi yang tepat, pangsa pasar rempah Indonesia di Pakistan dapat terus diperluas,” kata Roro.
Business Matching Perkuat Akses Pasar Rempah
Untuk mempercepat realisasi peluang tersebut, Kementerian Perdagangan memfasilitasi kegiatan business matching antara eksportir rempah Indonesia dan importir Pakistan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, Pakistan, pada Selasa (6/1/2026).
Melalui pertemuan langsung antar pelaku usaha, pemerintah mendorong terbangunnya kerja sama dagang yang saling menguntungkan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi rempah Indonesia.
“Kami memfasilitasi pertukaran informasi dan mempertemukan pelaku usaha agar peluang kerja sama bisa segera ditindaklanjuti,” jelas Roro.
Rempah Indonesia Dinilai Konsisten dan Berkelanjutan
Respons positif datang dari pelaku usaha Pakistan. Perwakilan Kalodi Group, Ghani Abdullah Kalodi, menilai Indonesia sebagai salah satu pemasok rempah yang andal, baik dari sisi kualitas produk maupun keberlanjutan pasokan.
Menurutnya, kebutuhan pasar Pakistan menuntut pasokan rempah yang stabil dan memenuhi standar mutu, sehingga kerja sama langsung dengan eksportir Indonesia menjadi solusi strategis.
“Indonesia dikenal sebagai pemasok rempah yang konsisten. Kami melihat peluang nyata untuk memperluas kerja sama bisnis jangka panjang,” ujar Ghani.
Rempah Jadi Instrumen Penguatan Perdagangan Bilateral
Pakistan disebut sebagai salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Asia Selatan. Sebaliknya, Indonesia juga berperan sebagai pintu masuk Pakistan ke pasar ASEAN. Dalam konteks ini, komoditas rempah dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perdagangan kedua negara.
Pemerintah berharap penguatan kerja sama rempah tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga mendorong posisi Indonesia sebagai salah satu pusat rempah dunia yang berdaya saing tinggi di pasar global. **













