KATOE.ID – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Muaro Jambi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 2–4 November 2025, di Hotel Shang Ratu, Kota Jambi.
Sebanyak 120 peserta mengikuti bimtek ini, terdiri dari Kasubbag Perencanaan, Fungsional Perencana, Operator Perencana dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), serta Inspektorat Daerah Kabupaten Muaro Jambi selaku Tim Reviu ASB dan Admin MCP KPK.
Untuk memastikan kualitas materi, BPKAD menghadirkan narasumber dari Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Adapun materi yang disampaikan meliputi konsep dasar ASB, metodologi penyusunan, implementasi dalam sistem penganggaran daerah, hingga simulasi penyusunan formula ASB Kabupaten Muaro Jambi.
Tindak Lanjut Permendagri 77/2020
Kepala BPKAD Muaro Jambi, Ilyas, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, yang mewajibkan pemerintah daerah menerapkan ASB sebagai instrumen penting dalam anggaran berbasis kinerja.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas aparatur dalam memahami dan menerapkan konsep ASB, menyusun parameter kewajaran biaya yang sesuai karakteristik daerah, serta mendorong efisiensi dan efektivitas belanja daerah,” ujar Ilyas, Minggu (2/11/2025).
Efisiensi Rp8 Miliar dari Penerapan ASB
Ilyas mengungkapkan bahwa Kabupaten Muaro Jambi telah menerapkan formulasi ASB untuk pertama kalinya dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2024. Implementasi awal diterapkan pada 20 subkegiatan di sejumlah OPD.
“Penerapan ASB terbukti memberikan dampak positif. Tahun pertama implementasi menghasilkan efisiensi anggaran hingga sekitar Rp8 miliar tanpa mengurangi kualitas output kegiatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa ASB dapat memperbaiki kualitas penganggaran sekaligus meningkatkan efisiensi belanja daerah.
Dorong Anggaran yang Efisien, Terukur, dan Berorientasi Hasil
Melalui bimtek ini, Ilyas berharap peserta mampu melakukan analisis kewajaran belanja secara lebih komprehensif sehingga rancangan anggaran yang dihasilkan menjadi lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada hasil (value for money).
“Kami berterima kasih kepada Bupati Muaro Jambi atas dukungan dan arahannya, kepada narasumber dari Magister Akuntansi UGM, serta seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya. **













