KATOE.ID – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kuala Tungkal, Rabu (18/02/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, jajaran Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Bagian Ekonomi Setda Tanjab Barat, serta personel Satpol PP.
Dialog Langsung dengan Pedagang
Saat sidak, Wabup Katamso berdialog langsung dengan para pedagang, mulai dari pedagang daging, cabai, beras, telur, hingga minyak goreng. Ia menanyakan kondisi stok, kelancaran distribusi, serta perkembangan harga terkini di pasaran.
Dari hasil pemantauan di lapangan, secara umum stok bahan pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dinyatakan aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.
Meski demikian, terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti cabai merah, telur ayam, dan ayam potong akibat meningkatnya permintaan musiman.
“Alhamdulillah, stok kita aman. Memang ada sedikit kenaikan harga menjelang Ramadhan, tetapi masih dalam batas kewajaran,” ujar Katamso.
Harga Ayam Potong Masih Stabil
Wabup menyebutkan harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp42.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai masih terkendali dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas pasar.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan karena pasokan bahan pokok dipastikan tetap tersedia.
Pemkab Siapkan Operasi Pasar Murah
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan skema Operasi Pasar Murah yang akan digelar di sejumlah titik strategis apabila terjadi lonjakan harga signifikan dalam beberapa hari ke depan.
“Kita ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan dapur,” tegasnya.
Dengan pemantauan intensif serta koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap stabil. (*)













