KATOE.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan konflik antara guru dan siswa yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurut Hafiz, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan persepsi liar di tengah masyarakat.
“Kita minta Disdik segera mendudukkan bersama antara pihak guru dan siswa, baik melalui kepala sekolah maupun Kabid SMK, agar persoalan ini tidak berkembang terlalu jauh,” ujarnya di Jambi, Senin.
Ia mengungkapkan, dari hasil pendalaman sementara terdapat perbedaan sudut pandang antara kedua belah pihak, sehingga diperlukan peran aktif pemerintah untuk menjernihkan persoalan.
Hafiz menilai, penyelesaian yang cepat dan tepat sangat penting guna menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Provinsi Jambi.
Ia juga menyayangkan peristiwa tersebut terjadi di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.
“Ini harus menjadi pembelajaran bersama. Evaluasi sistem pendidikan, pembentukan karakter, dan peningkatan kualitas SDM harus terus diperkuat,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, mengatakan pihaknya mendorong penyelesaian melalui pendekatan restorative justice.
Menurutnya, konflik yang terjadi memiliki latar belakang hubungan personal, sehingga pendekatan dialog dinilai lebih efektif untuk meredam ketegangan.
Saat ini, guru yang terlibat untuk sementara waktu dinonaktifkan dari kegiatan mengajar guna menjaga suasana tetap kondusif. Proses pendalaman dilakukan oleh Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), sementara pembinaan sekolah tetap berjalan.
Meski demikian, proses hukum tetap berlangsung karena kedua pihak telah membuat laporan kepolisian.
Disdik berharap, situasi yang mulai kondusif dapat membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.**













