KATOE.ID – Anwar Sadat didampingi Katamso SA melaksanakan peletakan batu pertama atau pemancangan perluasan pembangunan Madrasah Diniyah Raudhatul Hidayah di Parit Lapis Tomo, Kecamatan Betara, Jumat (17/04).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang sebelumnya diawali dengan rapat koordinasi bersama para camat dan lurah se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Perluasan pembangunan madrasah direncanakan mencakup penambahan tiga ruang kelas baru guna mengakomodasi jumlah santri yang terus meningkat setiap tahunnya.
Bupati Anwar Sadat mengatakan, pembangunan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan agama di tengah masyarakat.
“Santri kita cukup banyak, hampir 170 orang. Dengan penambahan tiga ruang kelas ini, kita harapkan anak-anak dari Parit Lapis Tomo, Parit Tekat, dan sekitarnya dapat memperoleh pendidikan agama yang lebih layak,” ujar Anwar Sadat.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana pendidikan, termasuk para pengusaha dan pedagang melalui infak maupun sedekah.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan agama merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang berakhlak dan berkualitas.
“Ini adalah investasi kita untuk masa depan generasi. Dengan kebersamaan, pembangunan ini akan lebih cepat terwujud,” tambahnya.
Selain agenda pembangunan madrasah, Bupati dan Wakil Bupati juga melaksanakan Safari Jumat di Masjid Baitul Ihsan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyalurkan berbagai bantuan sosial dan keagamaan kepada masyarakat sebagai bagian dari program unggulan daerah.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako bagi lansia, susu padat gizi untuk anak-anak dalam upaya penanganan stunting, tali asih bagi petugas syarak seperti imam masjid, khatib, bilal dan kaum, serta santunan untuk anak yatim.
Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui kegiatan turun langsung ke lapangan merupakan bentuk komitmen untuk memastikan seluruh program sosial, keagamaan, dan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.**













