KATOE.ID– Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., mengunjungi keluarga korban yang dilaporkan hilang akibat musibah ambruknya jembatan di perairan Sungai Pengabuan, tepatnya di wilayah Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Senin (25/5/2026).
Kunjungan dilakukan di kediaman keluarga korban di Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan, sebagai bentuk empati sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang tengah menghadapi musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anwar Sadat menyampaikan belasungkawa dan berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat segera membuahkan hasil.
“Kita turut berbela sungkawa atas musibah yang terjadi. Saat ini seluruh komponen masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam. Kita mohon doa dari seluruh masyarakat agar korban dapat segera ditemukan,” ujar Anwar Sadat.
Ia mengatakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga korban, terutama istri dan orang tua korban, agar tetap tabah menghadapi cobaan.
“Kehadiran kami di sini untuk mengunjungi istri dan orang tua korban sekaligus menyampaikan rasa duka cita. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan dan santunan kepada istri serta anak korban. Selain bantuan kebutuhan keluarga, pemerintah daerah turut memberikan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan agar keluarga korban tetap memiliki sumber penghidupan.
Anwar Sadat menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan terus memberikan perhatian kepada keluarga yang terdampak musibah serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait selama proses pencarian masih berlangsung.
Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Tanjung Jabung Barat, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPBD, perwakilan Dinas PUPR, Camat Pengabuan, Camat Senyerang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), jajaran Polsek Pengabuan, serta Kepala Desa Parit Pudin.
Sementara itu, proses pencarian korban di perairan Sungai Pengabuan dijadwalkan terus dilanjutkan oleh tim gabungan sesuai prosedur yang berlaku dengan harapan korban segera ditemukan.**













