• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Saturday, October 3, 2026
Bukan Sekedar Kata-kata
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekbis
  • Ragam
  • Hukrim
  • Kampus
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Politik
  • Teknologi
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekbis
  • Ragam
  • Hukrim
  • Kampus
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Kualitas Air Sungai Batanghari Masuk Kategori II, Hanya Bisa untuk Pertanian

Alpin by Alpin
15/03/2022
in Lingkungan
0
Sungai Batanghari di Kabupaten Batanghari. (Foto: Alpin.R/katoe.id)

Sungai Batanghari di Kabupaten Batanghari. (Foto: Alpin.R/katoe.id)

0
SHARES
0
VIEWS
PostTweetShareScan
Dibaca: 107

KATOE.ID – Perhatikan terhadap Sungai Batanghari kembali di digaungkan Gubernur Jambi, Al Haris pada Rabub(08/03/2022) lalu dalam pencanangan program ‘Sungai Batanghari Bersih ‘.

Sebab, Sungai terpanjang di Sumatera yang terbentang sepanjang 870 km dengan lebar 300-500 meter dan kedalaman 6-7 meter ini memiliki kualitas air yang sudah memprihatinkan. Bahkan, secara kasat mata, air sungai Batanghari tampak keruh pekat dan tak lagi bersih seperti cerita-cerita orang-orang terdahulu yang aktivitas kesehariannya tergantung pada air sungai serta meyakini sungai Batanghari sebagai peradaban di Provinsi Jambi.

READ ALSO

KLH Bersama APP Group Ajak Generasi Muda Kenali Pengelolaan Ekosistem Gambut melalui Program KELANA di Jambi

Fasha: Masyarakat Pesisir Harus Jaga Ekosistem Mangrove dan Gambut untuk Ekonomi Berkelanjutan

Keruhnya air sungai Batanghari ini, menurut catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, dimulai sejak pertambangan emas tanpa izin (PETI) marak di kawasan-kawasan hulu sungai Batanghari. DLH Provinsi Jambi telah menguji baku mutu air sungai Batanghari dengan fokus beberapa hal.

Pertama, menguji parameter TotakbSuspended Solid (TSS) untuk mengetahui tingkat kekeruhan air.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Dinas LH Provinsi Jambi Asnely R Daulai menyebutkan, sungai Batanghari mengelami kekeruhan yang disebabkan antara lain oleh aktivitas pertambangan emas tanpa izin di bagian hulu, erosi dan longsor.

Kedua menguji parameter Faecal coli atau Koliform fekal, yakni bakteri yang terdapat dalam feses atau kotoran manusia dan hewan. Ia mengatakan tingginya parameter Faecal coli di sungai Batanghari disebabkan oleh banyaknya aktivitas buang air besar (BAB) penduduk dan hewan.

Parameter lain yang menjadi concern tim penguji Dinas LH adalah BOD (biological oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) yang merupakan parameter pencemaran dalam limbah. Sumbernya bisa limbah pabrik atau limbah rumah tangga.

Asnely mengungkapkan, selama tahun 2021 tim DLH sudah Dua kali melakukan pengujian pada 12 titik, yakni di setiap batas antar kabupaten dan kota.

“Pengambilan sampel air sungai dilakukan pada musim kering dan musim hujan,” kata Asnely, yang dilansir dari metrojambi.com, Selasa (15/03/2022).

Hasil dari uji tersebut sangat mengkhawatirkan, sebab hasil parameter baku mutu air sungai Batanghari di angka 47,5 poin, masuk kategori II. “Itulah indeks kualitas air kita, yang dikirim ke Kementrian LHK. Masuk kategori buruk,” kata Asnely.

Kategori II tersebut merupakan kualitas buruk atau air tidak bisa di konsumsi. Seperti penjelasan pemerintah yang tertuang dalam PP No 22 tahun 2021 tentang Pernyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, air yang dapat dikonsumsi langsung hanya yang masuk kategori I.

Sungai Batanghari di Kabupaten Tanjungjabung Timur. (Foto: Alpin.R/katoe.id)

Parameter air Sungai Batanghari yang masuk kategori II hanya layak untuk kebutuhan pertanian dan perikanan. Air ini tidak bisa di minum langsung tanpa pengolahan lebih dahulu seperti treatment yang dilakukan oleh PDAM.

Asnely mengatakan, tidak semua kabupaten melakukan uji kualitas air sungai Batanghari dengan alasan keterbatasan anggaran. Kabupaten tersebut di antaranya iyalah Kerinci, Muarojambi, dan Tebo.

Terkait dampak PETI yang membuat air keruh, merkuri yang di gunakan juga menjadi perhatian DLH dalam pengujian. “Parameter yang diuji memang banyak, termasuk merkuri terlarut. Tetapi merkuri bukan sumber pencemar utama,” katanya.

Untuk merealisasikan program ini, gubernur Jambi telah mengajak seluruh bupati dan wali kota untuk melakukan aksi Sungai Batanghari Bersih.

Kapolda Jambi Irjen Pol Albetus Rachmad Wibowo pun demikian. Dalam merealisasikan program tersebut, Kapolda mengharapkan dorongan pemerintah daerah untuk tegas menangani pertambangan ilegal. “Saya meminta kepada pemda mau diapakan PETI ini? Dibiarkan, diberantas, diizinkan atau diatur agar air sungai Batanghari bersih kembali?” tegasnya.

Sementara itu, Wakill Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza menilai gerakan mengembalikan kebersihan dan melestarikan Sungai Batanghari merupakan tanggungjawab bersama.

“Perlu langkah-langkah tepat dan segera dilakukan oleh pemerintah untuk menindaklanjuti gerakan ‘Sungai Batanghari Bersih’ ini,” ujarnya.

Ia mengajukan 5 langkah yang perlu diambil pemerintah, yakni:

Pertama, melibatkan semua pihak dan stakeholder dalam penanganan sungai Batanghari agar tetap lestari.

Kedua, edukasi pengelolaan limbah, baik limbah rumah tangga, limbah pabrik maupun limbah akibat aktivitas pertambangan emas ilegal.

Ketiga, penindakan oleh aparat penegak hukum terhadap pelaku pelanggaran.

Keempat, pengecekan rutin dan berkala kadar limbah untuk menjaga keamanan masyarakat pengguna.

Kelima, rehabilitasi sungai Batanghari dengan memindahkan industri di sepanjang aliran sungai agar tidak membuang limbah secara langsung.

Jika kelima langkah tersebut dilaksanakan dengan baik, menurutnya akan ada hasil yang lebih baik.

Program sungai Batanghari Bersih, menurut penilaiannya sangat baik dan tepat. “Akan tetapi jangan pencanangan saja. Harus ada tahap implementasi di lapangan. Bukan cuma seremonial, tapi tindakan nyata di lapangan,” pungkasnya. (**/Alpin.R)

Tags: AirBatanghariDLHGubernurLHKLingkunganMerkuriPETISungai Batanghari

Related Posts

KLH Bersama APP Group Ajak Generasi Muda Kenali Pengelolaan Ekosistem Gambut melalui Program KELANA di Jambi
Lingkungan

KLH Bersama APP Group Ajak Generasi Muda Kenali Pengelolaan Ekosistem Gambut melalui Program KELANA di Jambi

04/02/2026
Fasha: Masyarakat Pesisir Harus Jaga Ekosistem Mangrove dan Gambut untuk Ekonomi Berkelanjutan
Lingkungan

Fasha: Masyarakat Pesisir Harus Jaga Ekosistem Mangrove dan Gambut untuk Ekonomi Berkelanjutan

17/10/2025
PLN Dorong Integrasi Kelistrikan Hijau ASEAN Lewat Pembangunan ASEAN Power Grid
Lingkungan

PLN Dorong Integrasi Kelistrikan Hijau ASEAN Lewat Pembangunan ASEAN Power Grid

05/10/2025
Cegah Karhutla di Jambi, Ketua DPRD Jambi Minta Semua Pihak Kompak dan Komitmen
Advertorial

Cegah Karhutla di Jambi, Ketua DPRD Jambi Minta Semua Pihak Kompak dan Komitmen

23/07/2024
Dubai Akan Tanam 100 Juta Pohon Mangrove di Pesisir
Lingkungan

Dubai Akan Tanam 100 Juta Pohon Mangrove di Pesisir

04/05/2024
Bolivian Red Cross responds to devastating floods in the city of Cobija, on february 2024. Photo: Bolivian Red Cross Society
Lingkungan

Bolivia Alami Kekeringan dan Banjir di Sisi Lainnya

26/03/2024
Next Post
Presiden Majelis Umum PBB, Abdulla Shahid. (Foto: net)

Abdulla Shahid Ingin Perempuan Sebagai Sekjed PBB Selanjutnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

POPULAR NEWS

Efek Samping Generos pada Anak

08/06/2022
Ketua Sema IAI An-Nadwah Angkat Bicara Soal Tudingan Molornya Pemilihan Dema

Ketua Sema IAI An-Nadwah Angkat Bicara Soal Tudingan Molornya Pemilihan Dema

23/01/2025
Sumber foto: imdb.com

3 Film Indonesia 18+ yang Bagus Ditonton Kisahnya

11/06/2022
Sekolah Dasar 01/I Pasar Muara Tembesi. (Foto: istimewa)

Aset Bangunan SD 01 Pasar Tembesi Milik Pemda Batanghari Raib, Kepsek Tutup Mulut

26/03/2022
Ini Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada Dua Kali Long Weekend

Ini Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada Dua Kali Long Weekend

24/04/2024
  • Efek Samping Generos pada Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Sema IAI An-Nadwah Angkat Bicara Soal Tudingan Molornya Pemilihan Dema

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Film Indonesia 18+ yang Bagus Ditonton Kisahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aset Bangunan SD 01 Pasar Tembesi Milik Pemda Batanghari Raib, Kepsek Tutup Mulut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada Dua Kali Long Weekend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal ICRC dan Hukum Humaniter Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Minions Army Siap Bersama Pejuang Rakyat Antar Romi-Sudirman Jadi Gubernur Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balumbo Biduk Tradisi Masyarakat Sarolangun Tidak Diselenggarakan di Tahun 2022

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koserbu Salurkan Donasi ke Majelis Sirojutholibin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pesan Kemas Alfarabi untuk Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2024-2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2023 PT MANALO MEDIA JAMBI

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekbis
  • Ragam
  • Hukrim
  • Kampus
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 PT MANALO MEDIA JAMBI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In