KATOE.ID – Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Diana Kusumastuti meninjau langsung lokasi pembangunan kolam retensi di Kota Jambi, Kamis (8/1/2026) sore. Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat bersama pemerintah daerah sebagai langkah strategis dalam penanganan banjir.
Dalam kunjungannya, Wamen PU Diana Kusumastuti menargetkan pembangunan kolam retensi rampung pada Mei 2026. Keberadaan kolam retensi ini diharapkan mampu menekan risiko genangan air dan banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Jambi.
“Pembangunan sistem drainase dan kolam retensi ini harus benar-benar berfungsi secara optimal agar dapat mengurangi genangan dan banjir yang dirasakan masyarakat,” ujar Diana Kusumastuti.
Kolam retensi tersebut dibangun di kawasan Pal Lima, Kota Jambi, dengan luas awal mencapai 3,1 hektare. Ke depan, luas lahan direncanakan akan ditambah seiring proses pembebasan lahan yang masih berjalan, guna meningkatkan daya tampung air.
Pemkot Jambi Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan banjir di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan solusi jangka panjang.
“Kami berharap pembangunan drainase dan kolam retensi ini dapat menjadi solusi permanen dalam mengurangi banjir di Kota Jambi,” kata Maulana.
Ia menambahkan, selama ini persoalan banjir menjadi tantangan serius bagi Kota Jambi, terutama saat curah hujan tinggi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dinilai sangat penting bagi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Bagian dari Program Nasional Infrastruktur Perkotaan
Pembangunan drainase dan kolam retensi di Kota Jambi merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pekerjaan Umum dalam peningkatan infrastruktur perkotaan. Program ini difokuskan pada penguatan sistem drainase yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan sistem pengendalian banjir yang lebih baik, diharapkan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar, sekaligus menekan potensi kerugian akibat genangan dan banjir di wilayah perkotaan. **













