KATOE.ID – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Garuda, Kantor Gubernur Jambi, Senin (1/6/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin Komandan Korem 042/Garuda Putih (Gapu), Kolonel Inf. Nyamin, S.I.P., M.M., sebagai inspektur upacara. Kegiatan diikuti jajaran Forkopimda, ASN, unsur TNI/Polri, organisasi masyarakat, serta pelajar dari berbagai sekolah di Provinsi Jambi.
Pada kesempatan itu, Danrem 042/Gapu membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Yudian Wahyudi, yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”
Usai upacara, Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Kita berharap generasi penerus bangsa senantiasa memiliki jiwa Pancasila, semangat perjuangan, serta menjaga harga diri Republik Indonesia,” ujar Al Haris kepada awak media.
Menurut Al Haris, Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus menjadi pedoman dalam bertindak, bekerja, dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Ia juga mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Para pejabat dan ASN harus memperingati Hari Lahir Pancasila dengan penuh khidmat. Mari kita isi kemerdekaan dan negara yang telah diwariskan para pendahulu dengan pengabdian terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Gubernur Al Haris turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dan menghasilkan kerja nyata demi kemajuan daerah dan negara.
“Kita bangun kerja sama yang baik dan melahirkan hasil kerja yang baik pula untuk kemajuan bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pidato Kepala BPIP yang dibacakan Danrem 042/Gapu, ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat.
“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Nyamin saat membacakan pidato.
Dalam pidato tersebut juga disampaikan bahwa Pancasila tetap relevan menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik dunia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi fondasi moral dalam menjaga persatuan bangsa yang majemuk.
Selain itu, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila dinilai menjadi dasar penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
BPIP juga menyoroti kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia melalui keikutsertaan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berbagai upaya mediasi konflik di tingkat regional.
Kepada generasi muda, BPIP mengajak agar Pancasila dijadikan ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dipahami sebagai simbol atau teks sejarah semata.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Provinsi Jambi turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, unsur Forkopimda, kepala OPD, ASN, organisasi kemasyarakatan, serta pelajar. Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk komitmen untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. **













