• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Saturday, October 3, 2026
Bukan Sekedar Kata-kata
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekbis
  • Ragam
  • Hukrim
  • Kampus
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Politik
  • Teknologi
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekbis
  • Ragam
  • Hukrim
  • Kampus
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Sudan Hadapi Wabah Kolera Terburuk dalam Beberapa Tahun akibat Konflik dan Kerusakan Infrastruktur

Alpin by Alpin
19/09/2025
in Internasional
0
Sudan Hadapi Wabah Kolera Terburuk dalam Beberapa Tahun akibat Konflik dan Kerusakan Infrastruktur
0
SHARES
0
VIEWS
PostTweetShareScan
Dibaca: 180

KATOE.ID – Di tengah konflik yang menghancurkan di Sudan, yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, muncul krisis lain yang mengancam kesehatan masyarakat: wabah kolera terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Kementerian Kesehatan Sudan, kolera telah menewaskan lebih dari 2.500 orang dan terdapat lebih dari 100.000 kasus terduga di seluruh negeri. Tim International Committee of the Red Cross (ICRC) di lapangan memperingatkan bahwa penyakit ini menyebar dengan cepat, karena lebih dari dua tahun konflik bersenjata telah merusak atau menghancurkan infrastruktur penting.

READ ALSO

Ekspor Rempah Indonesia ke Pakistan Tumbuh Pesat, Kemendag Bidik Pasar Bernilai Tambah

PLN dan J&F Brasil Jalin Kerja Sama Kembangkan PLTA, Dukung Transisi Energi Hijau Indonesia

“Sudan menghadapi wabah kolera terburuk dalam beberapa tahun terakhir,” ujar José Luis Pozo, Kepala Operasi ICRC di Sudan. “Krisis ini terjadi di tengah konflik yang menghancurkan infrastruktur dan meninggalkan jutaan orang tanpa akses ke air bersih, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.”

Sistem Kesehatan yang Rapuh

Diperkirakan 80% fasilitas kesehatan di wilayah terdampak konflik tidak berfungsi. Dokter dan perawat di rumah sakit seperti Al Jazeera East Hospital di Al Bashraga, Negara Bagian Al Jazeera, berupaya merawat pasien kolera dengan menyediakan larutan rehidrasi oral dan cairan intravena untuk kasus berat.

Bagi tenaga kesehatan, wabah ini menjadi beban tambahan bagi sistem yang sudah kewalahan.

“Jumlah pasien dengan diare berat jelas memberi tekanan pada staf, tetapi kami bekerja keras untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas pusat agar bisa menampung pasien lebih banyak,” kata Abbas Mubarak, Wakil Direktur Kedaruratan Kesehatan dan Pengendalian Epidemi di Negara Bagian Gedaref.

Bagi pasien seperti Mutasim Azhari, seorang warga lokal yang dirawat karena dehidrasi berat dan sakit perut, pengalaman ini sangat menakutkan.

“Saya dirawat bersama saudara saya di pusat perawatan kolera. Mereka melakukan semua yang bisa untuk menyembuhkan saya. Ini pertama kalinya saya terkena kolera, jadi saya sangat takut,” ujarnya.

Respons ICRC di Wilayah Terdampak Terparah

ICRC memfokuskan respons darurat di negara bagian Khartoum, Gedaref, Darfur Utara, Darfur Timur, dan Sennar, di mana kombinasi kolera dan malnutrisi paling parah. Hingga kini, dukungan ICRC ke pusat kesehatan dan tim respons cepat telah memungkinkan pengobatan hampir 18.000 pasien serta memperkuat deteksi dini kasus baru.

Afrika Menuju Nol Kelaparan: Perjalanan Inspiratif Petani Perempuan Mtakuja

Di Darfur Utara, ICRC memberikan bantuan penting kepada sekitar 82.000 pengungsi di Tawila, bekerja sama dengan Palang Merah Sudan dan otoritas kesehatan setempat. Bantuan ini mencakup distribusi paket kebersihan, peningkatan akses air minum aman, kampanye kesadaran, dan kegiatan fumigasi untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Kondisi tetap mendesak. Musim hujan sedang berlangsung dan risiko kasus baru tinggi. Tindakan cepat dan koordinasi sangat penting,” tambah Pozo.

Perlindungan Sipil dan Infrastruktur Penting

ICRC mengingatkan semua pihak dalam konflik untuk mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk melindungi warga sipil dan infrastruktur penting. Akses ke air bersih, fasilitas kesehatan, dan sistem listrik sangat vital bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat sipil. **

Tags: ICRCKonflik berkepanjanganPalang MerahSudanWabah kolera

Related Posts

Ekspor Rempah Indonesia ke Pakistan Tumbuh Pesat, Kemendag Bidik Pasar Bernilai Tambah
Internasional

Ekspor Rempah Indonesia ke Pakistan Tumbuh Pesat, Kemendag Bidik Pasar Bernilai Tambah

11/01/2026
PLN dan J&F Brasil Jalin Kerja Sama Kembangkan PLTA, Dukung Transisi Energi Hijau Indonesia
Internasional

PLN dan J&F Brasil Jalin Kerja Sama Kembangkan PLTA, Dukung Transisi Energi Hijau Indonesia

24/10/2025
Perempuan Tangguh di Tengah Krisis: IFRC Dorong Kesetaraan dan Kepemimpinan di Operasi Kemanusiaan
Internasional

Perempuan Tangguh di Tengah Krisis: IFRC Dorong Kesetaraan dan Kepemimpinan di Operasi Kemanusiaan

18/10/2025
Trump Umumkan Berakhirnya Perang Gaza di KTT Mesir, Puji Prabowo sebagai “Sosok Luar Biasa”
Internasional

Trump Umumkan Berakhirnya Perang Gaza di KTT Mesir, Puji Prabowo sebagai “Sosok Luar Biasa”

14/10/2025
ICRC Desak Dunia Tak Abai, 260 Ribu Warga Al Fasher Sudan Terjebak di Tengah Konflik
Internasional

ICRC Desak Dunia Tak Abai, 260 Ribu Warga Al Fasher Sudan Terjebak di Tengah Konflik

05/10/2025
Presiden Prabowo Disambut Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch
Berita

Presiden Prabowo Disambut Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch

27/09/2025
Next Post
Mengatasi Defisiensi Magnesium pada Kelapa Sawit: Tips Pemupukan untuk Lahan Marjinal

Mengatasi Defisiensi Magnesium pada Kelapa Sawit: Tips Pemupukan untuk Lahan Marjinal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

POPULAR NEWS

Efek Samping Generos pada Anak

08/06/2022
Ketua Sema IAI An-Nadwah Angkat Bicara Soal Tudingan Molornya Pemilihan Dema

Ketua Sema IAI An-Nadwah Angkat Bicara Soal Tudingan Molornya Pemilihan Dema

23/01/2025
Sumber foto: imdb.com

3 Film Indonesia 18+ yang Bagus Ditonton Kisahnya

11/06/2022
Sekolah Dasar 01/I Pasar Muara Tembesi. (Foto: istimewa)

Aset Bangunan SD 01 Pasar Tembesi Milik Pemda Batanghari Raib, Kepsek Tutup Mulut

26/03/2022
Ini Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada Dua Kali Long Weekend

Ini Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada Dua Kali Long Weekend

24/04/2024
  • Efek Samping Generos pada Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Sema IAI An-Nadwah Angkat Bicara Soal Tudingan Molornya Pemilihan Dema

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Film Indonesia 18+ yang Bagus Ditonton Kisahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aset Bangunan SD 01 Pasar Tembesi Milik Pemda Batanghari Raib, Kepsek Tutup Mulut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada Dua Kali Long Weekend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal ICRC dan Hukum Humaniter Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Minions Army Siap Bersama Pejuang Rakyat Antar Romi-Sudirman Jadi Gubernur Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balumbo Biduk Tradisi Masyarakat Sarolangun Tidak Diselenggarakan di Tahun 2022

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koserbu Salurkan Donasi ke Majelis Sirojutholibin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pesan Kemas Alfarabi untuk Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2024-2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2023 PT MANALO MEDIA JAMBI

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekbis
  • Ragam
  • Hukrim
  • Kampus
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 PT MANALO MEDIA JAMBI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In